Selasa, 05 April 2016

PAJAK PENJUALAN PADA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA


Sisi Penawaran
Asumsi Pertama:
-          Menganalisis insidens cukai tembakau
-          Tembakau hanya digunakan untuk pembuatan rokok
-          Produksi rokok mempunyai struktur biaya tetap (constant cost industry)
-          Kurva penawaran rokok sejajar dengan sumbu datar
                Diagram 9.3 menunjukan bahwa cukai rokok seluruhnya dibebankan pada konsumen. Harga rokok yang awalnya Rp 400,00 sekarang menjadi Rp 600,00 artinya terdapat cukai sebesar Rp 200,00. Selain harga yang semakin mahal cukai juga memberikan dampak lain yaitu penurunan jumlah produksi rokok sebesar 20 juta unit (100 - 80 juta unit). Jadi penerimaan pemerintah sebesar Rp 16 miliar, yaitu jumlah yang dijual sebanyak 80 juta unit dikalikan dengan tarif cukai sebesar Rp 200,00 ditunjukan oleh area H1H2AB.
Asumsi Kedua:
-          Kurva penawaran tidak sejajar dengan sumbu penawaran ataupun sumbu tegak
-          Produsen rokok hanya mampu menggeserkan sebagian saja dari beban cukai kepada konsumen
                Diagram 9.4 menunjukan bahwa beban pajak dikenakan sebagian kepada konsumen dan sebagian lainya kepada produsen. Jarak AC menunjukan besarnya cukai yang dikenakan pada setiap bungkus rokok yang dihasilkan. Beban pajak yang dikenakan konsumen sebesar AB sedangkan produsen sebesar BC. Jadi penerimaan pemerintah dari cukai ditunjukan oleh daerah H3CAH2.
Sisi Permintaan
Asumsi :
-          Adanya dua kurva permintaan yaitu D1 dan D2
-          D1 lebih inelastis daripada D2
-          Pengenakan cukai menggeser kurva penawaran sejajar dari S0 menjadi S1
                Diagram 9.5 menunjukan bahwa jarak H1H2 yaitu kenaikan harga rokok pada D1 lebih besar daripada H3H4 yaitu kenaikan harga rokok pada D2. Kenaikan tersebut menunjukan tingkat kemudahan produsen dalam menggeserkan beban pajak pada konsumen.
Kesimpulan
                Semakin elastis kurva penawaran suatu barang, semakin besar beban cukai yang dapat digeserkan oleh produsen kepada konsumen dan begitu pula sebaliknya. Lalu, semakin inelastis kurva permintaan maka semakin mudah produsen menggeserkan beban cukai kepada konsumen dan akan lebih sukar pada elastisitas permintaan rokok yang tinggi. Dalam dunia nyata sangat sedikit barang yang berada pada kurva penawaran rokok sejajar dengan sumbu datar sehingga seberapa besar beban pajak yang ditanggung konsumen dan produsen tergantung pada elastisitas kurva penawaran dan permintaan.
                                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar