Sisi Penawaran
Asumsi Pertama:
-
Tembakau hanya digunakan untuk pembuatan rokok
-
Produksi rokok mempunyai struktur biaya tetap (constant cost industry)
-
Kurva penawaran rokok sejajar dengan sumbu datar
Diagram
9.3 menunjukan bahwa cukai rokok seluruhnya dibebankan pada konsumen. Harga
rokok yang awalnya Rp 400,00 sekarang menjadi Rp 600,00 artinya terdapat cukai
sebesar Rp 200,00. Selain harga yang semakin mahal cukai juga memberikan dampak
lain yaitu penurunan jumlah produksi rokok sebesar 20 juta unit (100 - 80 juta
unit). Jadi penerimaan pemerintah sebesar Rp 16 miliar, yaitu jumlah yang
dijual sebanyak 80 juta unit dikalikan dengan tarif cukai sebesar Rp 200,00
ditunjukan oleh area H1H2AB.
Asumsi Kedua:
-
Kurva penawaran tidak sejajar dengan sumbu
penawaran ataupun sumbu tegak
-
Produsen rokok hanya mampu menggeserkan sebagian
saja dari beban cukai kepada konsumen
Diagram
9.4 menunjukan bahwa beban pajak dikenakan sebagian kepada konsumen dan
sebagian lainya kepada produsen. Jarak AC menunjukan besarnya cukai yang
dikenakan pada setiap bungkus rokok yang dihasilkan. Beban pajak yang dikenakan
konsumen sebesar AB sedangkan produsen sebesar BC. Jadi penerimaan pemerintah
dari cukai ditunjukan oleh daerah H3CAH2.
Sisi Permintaan
Asumsi :
-
Adanya dua kurva permintaan yaitu D1 dan D2
-
D1 lebih inelastis daripada D2
-
Pengenakan cukai menggeser kurva penawaran
sejajar dari S0 menjadi S1
Diagram
9.5 menunjukan bahwa jarak H1H2 yaitu kenaikan harga rokok pada D1 lebih besar
daripada H3H4 yaitu kenaikan harga rokok pada D2. Kenaikan tersebut menunjukan
tingkat kemudahan produsen dalam menggeserkan beban pajak pada konsumen.
Kesimpulan
Semakin
elastis kurva penawaran suatu barang, semakin besar beban cukai yang dapat
digeserkan oleh produsen kepada konsumen dan begitu pula sebaliknya. Lalu,
semakin inelastis kurva permintaan maka semakin mudah produsen menggeserkan
beban cukai kepada konsumen dan akan lebih sukar pada elastisitas permintaan
rokok yang tinggi. Dalam dunia nyata sangat sedikit barang yang berada pada
kurva penawaran rokok sejajar dengan sumbu datar sehingga seberapa besar beban
pajak yang ditanggung konsumen dan produsen tergantung pada elastisitas kurva penawaran
dan permintaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar