penerimaan pemerintah = prinsip2 perpajakan
1.
Akan dibahas aspek penerimaan pemerintah yang
diperlukan untuk membiayai pengeluaran pemerintah . penerimaan bukan pajak
adalah = penerimaan pemerintah yang berasal dari pinjaman pemerintah baik pinjaman
dalam negeri maupun luar negeri, penerimaan dari BUMN , Penerimaan dari dari
lelang, dan sebagainya.
2.
Pajak = pungutan dimana hak prerogatif
pemerintah yang didasarkan UU, dapat dipaksakan pada subjek pajak untuk mana
tidak ada balas jasa yang langsung dapat ditunjukkan penggunaannya.
3.
2 hal akibat aktivitas pemerintah :
a.
Siapakah yang membayar wajib pajak
b.
Siapakah yang pada akhirnya menderita beban
pajak
4.
Teori insiden pajak =
a.
Teori yang menganalisis pihak yang menderita
beban pajak
5.
Ada 3 beban pajak :
a.
Insiden pajak absolut
b.
Insiden pajak anggaran berimbang
c.
Insiden pajak diferensial
6.
Gambar 9.1 = sektor rumah tangga menerima barang
dan jasa dari sektor bisnis dan memberikan faktor2 produksi pada sektor bisnis
untuk digunakan dalam proses produksi. Arus uang itu kebalikan dari arus barang
dan jasa dan arus faktor produksi. Pajak kekayaan dikenakan pada titik 2. Cukai
pada umumnya dikenakan pada titik 4. Dan pajak perseroan dikenakan pada titik
1.
a.
Titik 1 = pajak yang dikenakan pada pembelian
perusahaan faktor produksi misal pajak pertambahan nilai(VAT)
b.
Titik 2 =
pajak yang dikenakan pada pendapatan rumah tangga
c.
Titik 3 = jenis2 pajak yang dikenakan pada
pengeluaran rumah tangga
d.
Titik 4 = pajak yang dikenakan pada total
penjualan perusahaan. Maka pendapatan perseorangan, pendapatan siap
dibelanjakan , dan total pengeluaran tidak dipengaruhi pajak akan tetapi nilai
nyata pendapatan akan turun sebab harga barang akan naik sejumlah harga pajak.
7.
Jika
pajak dikenakan pada pendapatan , maka jumlah uang yang digunakan akan turun.
Tapi jika pajak dikenakan pada titik 2 pendapatan siap dibelanjakan akan
berkurang,walaupun pendapatan tidak berkurang.
8.
Insiden
pajak dan distribusi pendapatan
a.
Musgrave membagi 3 analisis insiden pajak :
i.
Insiden pajak anggaran berimbang
= ialah pengaruh distributif pajak terhadap pengeluaran pemerintah yang
dibiayai dari penerimaan pajak dalam jumlah yang sama. Gambar 9.2. kurva CC =
jumlah produksi maksimum pakaian dan makanan yang dapat dihasilkan dengan
menggunakan seluruh faktor produksi yang ada. Dengan anggapan bahwa hanya kedua
jenis barang tersebut yang dihasilkan dalam perekonomian.
= kelemahan = hanya dapat
menganalisis insiden pajak hanya dari penerimaan dan pengeluaran
pemerintah sebagai aktivitas keseluruhan dan kita dapat menganalisis dampak
distributif jenis pajak terhadap aktivitas pemerintah saja. Lalu juga tidak
memungkinkan kita untuk menganalisis dampak distributif dari pajak penghasilan
atau pajak perseroan
ii.
Insiden pajak diferensial
= menganalisis pengaruh distribusi
pendapatan suatu jenis pajak apabila digantikan pajak lainnya untuk membiayai
aktivitas pemerintah dalam jumlah yang sama.
= menganalisis berbagai alternatif pembiayaan dengan pajak progam
pemerintah.
= tidak menghiraukan pengeluaran pemerintah karena pengeluaran pemerintah
dianggap konstan sehingga analisis insiden pajak ini hanya menganalisis
pengaruh distribusi pengaruh penerimaan pemerintah dari berbagai jenis pajak.
iii.
Insiden pajak absolut
= hanya melihat pengaruh jenis pajak terhadap distribusi pendapatan
masyarakat tanpa melihat efek distributf jenis pajak lainnya atau efek distributif
dari progam pemerintah
9.
Pendekatan analisis insiden pajak
a.
Dengan 2 pendekatan :
i.
Pendekatan keseimbangan parsial
= pendekatan dimana yang dianalisis adalah distribusi pendapatan yang
terjadi dalam suatu pasar sebagai akibat pajak. Ini hanya dapat melihat akibat
dari barang pada konsumen dan produsen dan tak mampu meneliti pengaruh
distribusi yang mungkin terjadi di pasar yang lain.
= hanya melihat beban akhir suatu jenis pajak dalam satu pasar saja.
= tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis pajak penjualan umum .
= ada 2 jenis pajak penjualan : (samasama mendorong kurva penawaran
keatas)
·
Pajak advalorem = pajak yang dikenakan
berdasarkan nilai, misal untuk penjualan tekstil dikenakan pajak advalorem
sebesar 10% dari harga jualnya.
= tarif advalorem sama untuk tiap jenis barang, tapi jumlah pajaknya akan
naik dengan tingginya harga jual suatu barang.
= kurva penawaran bergeser keatas tidak sejajar dengan kurva penawaran
sebelum adanya pajak penjualan.
·
Pajak per unit =
= kurva penawaran bergeser keatas sejajar dengan kurva penawaran sebelum
adanya pajak penjualan. Serta analisis insiden pajak tidak berbeda.
=
perbedaan antara 2 jenis pajak penjualan tersebut :
·
Cukai dikenakan pada barang yang terbatas
·
Cukai dimaksudkan untuk mengendalikan /
membatasi konsumsi masyarakat akan barang
ii.
Pendekatan keseimbangan umum
= menganalisis pengaruh suatu jenis pajak dalam satu pasar terhadap
keseimbangan pada pasar2 lainnya yang terkait dengan pihak yang dikenakan pada
pajak tersebut.
= tidak hanya menganalisis pengaruh pengenaan barang dan jasa itu
terhadap penawaran dan permintaannya, tetapi juga penawaran dan permintaan
barang lainnya .
10.
Ditnjau dari administrasi maka pajak langsung
adalah jenis pajak yang mempunyai 2 ciri2:
a.
Mempunyai surat pemberitahuan pajak
b.
Dipungut berkali2
11.
Apabila cukai dikenakan pada produsen akan makin
besar ketergantungan penggeseran beban pajak pada situasi ekonomi. Makin besar
kemungkinan cukai dapat digeserkan pada konsumen, makin sulit untuk
dilaksanakan. Dapat /tidaknya pajak digeserkan pada konsumen tergantung pada 4
faktor ekonomi :
a.
Elastisitas penawaran
b.
Elastisitas permintaan
c.
Bentuk pasar
d.
Motivasi pengusaha
12.
Pajak penjualan pada pasar persaingan sempurna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar