Selasa, 05 April 2016

Penerimaan Pemerintah (Pajak)

penerimaan pemerintah = prinsip2 perpajakan

1.       Akan dibahas aspek penerimaan pemerintah yang diperlukan untuk membiayai pengeluaran pemerintah . penerimaan bukan pajak adalah = penerimaan pemerintah yang berasal dari pinjaman pemerintah baik pinjaman dalam negeri maupun luar negeri, penerimaan dari BUMN , Penerimaan dari dari lelang, dan sebagainya.
2.       Pajak = pungutan dimana hak prerogatif pemerintah yang didasarkan UU, dapat dipaksakan pada subjek pajak untuk mana tidak ada balas jasa yang langsung dapat ditunjukkan penggunaannya.
3.       2 hal akibat aktivitas pemerintah :
a.       Siapakah yang membayar wajib pajak
b.      Siapakah yang pada akhirnya menderita beban pajak
4.       Teori insiden pajak =
a.       Teori yang menganalisis pihak yang menderita beban pajak
5.       Ada 3 beban pajak :       
a.       Insiden pajak absolut
b.      Insiden pajak anggaran berimbang
c.       Insiden pajak diferensial
6.       Gambar 9.1 = sektor rumah tangga menerima barang dan jasa dari sektor bisnis dan memberikan faktor2 produksi pada sektor bisnis untuk digunakan dalam proses produksi. Arus uang itu kebalikan dari arus barang dan jasa dan arus faktor produksi. Pajak kekayaan dikenakan pada titik 2. Cukai pada umumnya dikenakan pada titik 4. Dan pajak perseroan dikenakan pada titik 1.  
a.       Titik 1 = pajak yang dikenakan pada pembelian perusahaan faktor produksi misal pajak pertambahan nilai(VAT)
b.      Titik 2  = pajak yang dikenakan pada pendapatan rumah tangga
c.       Titik 3 = jenis2 pajak yang dikenakan pada pengeluaran rumah tangga
d.      Titik 4 = pajak yang dikenakan pada total penjualan perusahaan. Maka pendapatan perseorangan, pendapatan siap dibelanjakan , dan total pengeluaran tidak dipengaruhi pajak akan tetapi nilai nyata pendapatan akan turun sebab harga barang akan naik sejumlah harga pajak.
7.        Jika pajak dikenakan pada pendapatan , maka jumlah uang yang digunakan akan turun. Tapi jika pajak dikenakan pada titik 2 pendapatan siap dibelanjakan akan berkurang,walaupun pendapatan tidak berkurang.
8.        Insiden pajak dan distribusi pendapatan
a.       Musgrave membagi 3 analisis insiden pajak :
                                                               i.      Insiden pajak anggaran berimbang
= ialah pengaruh distributif pajak terhadap pengeluaran pemerintah yang dibiayai dari penerimaan pajak dalam jumlah yang sama. Gambar 9.2. kurva CC = jumlah produksi maksimum pakaian dan makanan yang dapat dihasilkan dengan menggunakan seluruh faktor produksi yang ada. Dengan anggapan bahwa hanya kedua jenis barang tersebut yang dihasilkan dalam perekonomian.
= kelemahan = hanya dapat  menganalisis insiden pajak hanya dari penerimaan dan pengeluaran pemerintah sebagai aktivitas keseluruhan dan kita dapat menganalisis dampak distributif jenis pajak terhadap aktivitas pemerintah saja. Lalu juga tidak memungkinkan kita untuk menganalisis dampak distributif dari pajak penghasilan atau pajak perseroan
                                                             ii.      Insiden pajak diferensial
=  menganalisis pengaruh distribusi pendapatan suatu jenis pajak apabila digantikan pajak lainnya untuk membiayai aktivitas pemerintah dalam jumlah yang sama.
= menganalisis berbagai alternatif pembiayaan dengan pajak progam pemerintah.
= tidak menghiraukan pengeluaran pemerintah karena pengeluaran pemerintah dianggap konstan sehingga analisis insiden pajak ini hanya menganalisis pengaruh distribusi pengaruh penerimaan pemerintah dari berbagai jenis pajak.
                                                            iii.      Insiden pajak absolut
= hanya melihat pengaruh jenis pajak terhadap distribusi pendapatan masyarakat tanpa melihat efek distributf jenis pajak lainnya atau efek distributif dari progam pemerintah
9.       Pendekatan analisis insiden pajak
a.       Dengan 2 pendekatan :
                                                               i.      Pendekatan keseimbangan parsial
= pendekatan dimana yang dianalisis adalah distribusi pendapatan yang terjadi dalam suatu pasar sebagai akibat pajak. Ini hanya dapat melihat akibat dari barang pada konsumen dan produsen dan tak mampu meneliti pengaruh distribusi yang mungkin terjadi di pasar yang lain.
= hanya melihat beban akhir suatu jenis pajak dalam satu pasar saja.
= tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis pajak penjualan umum .
= ada 2 jenis pajak penjualan : (samasama mendorong kurva penawaran keatas)
·         Pajak advalorem = pajak yang dikenakan berdasarkan nilai, misal untuk penjualan tekstil dikenakan pajak advalorem sebesar 10% dari harga jualnya.
= tarif advalorem sama untuk tiap jenis barang, tapi jumlah pajaknya akan naik dengan tingginya harga jual suatu barang.
= kurva penawaran bergeser keatas tidak sejajar dengan kurva penawaran sebelum adanya pajak penjualan.
·         Pajak per unit =
= kurva penawaran bergeser keatas sejajar dengan kurva penawaran sebelum adanya pajak penjualan. Serta analisis insiden pajak tidak berbeda.
                                                = perbedaan antara 2 jenis pajak penjualan tersebut :
·         Cukai dikenakan pada barang yang terbatas
·         Cukai dimaksudkan untuk mengendalikan / membatasi konsumsi masyarakat akan barang
                                                             ii.      Pendekatan keseimbangan umum
= menganalisis pengaruh suatu jenis pajak dalam satu pasar terhadap keseimbangan pada pasar2 lainnya yang terkait dengan pihak yang dikenakan pada pajak tersebut.
= tidak hanya menganalisis pengaruh pengenaan barang dan jasa itu terhadap penawaran dan permintaannya, tetapi juga penawaran dan permintaan barang lainnya .
10.   Ditnjau dari administrasi maka pajak langsung adalah jenis pajak yang mempunyai 2 ciri2:
a.       Mempunyai surat pemberitahuan pajak
b.      Dipungut berkali2
11.   Apabila cukai dikenakan pada produsen akan makin besar ketergantungan penggeseran beban pajak pada situasi ekonomi. Makin besar kemungkinan cukai dapat digeserkan pada konsumen, makin sulit untuk dilaksanakan. Dapat /tidaknya pajak digeserkan pada konsumen tergantung pada 4 faktor ekonomi :
a.       Elastisitas penawaran
b.      Elastisitas permintaan
c.       Bentuk pasar
d.      Motivasi pengusaha

12.   Pajak penjualan pada pasar persaingan sempurna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar