1.
Sifat-sifat khusus produk pertanian
a.
Hasil pertanian mempunyai volume atau berat yang
besar jika dibanding dengan nilainya karena ketambahan biaya transportasi dan
penyimpanan yang tinggi
b.
Sebagian hasil pertanian tak dapat disimpan lama
, busuk dan rusak. Akibatnya petani punya tempat dan cara pengawetan khusus.
c.
Sebagai akibat besarnya pengaruh alam, maka
kuantitas dan kualitas dari hasil pertanian mengalami fluktuasi . perubahan kualitas
dalam akan memengaruhi harga. Kualitas yang berbeda menyebabkan perubahan
penawaran , perubahan harga yang diterima,
d.
Konsumen menghendaki dapat memperoleh
bermaca-macam hasil pertanian tiap hari secara terus-menerus ,sedangkan hasil
tani ialah musiman.
2.
Sifat-sifat khusus tersebut menyebabkan biaya
pemasaran dan hasil pertanian pada umumnya lebih tinggi daripada biaya
pemasaran barang non pertanian.
3.
Ada 3 kategori aktivitas =
a.
Pengumpulan hasil = pengumpulan kelebihan hasil
kecil-kecil dari tiap petani, memasarkan tempat yang mudah didatangi
pengunjung.
b.
Persiapan untuk kepentingan konsumen= tindakan
untuk merubah bentuk agar sesuai dengan selera konsumen
c.
Distribusi = tindakan yang ditujukan untuk
membagi barang yang telah dikumpulkan yang telah dipersiapkan pada selera
konsumen.
4.
Ekspor pertanian
a.
Kontribusi nilai ekspor pertanian pada total
ekspor nonmigas re;atif kecil berkisar 4-5 % dan cenderung menurun. Ekspor
hasil industri mencapai 80% lebih dari total ekspor nonmigas indonesia.
b.
Peran pertanian sebagai penghasil devisa dapat
dilihat dari tingkat ekspornya. 50% nilai ekspor nonmigas hasil sektor industri
indonesia pada periode yang sama didominasi oleh produk2 agroindustri, trutama
produk tekstil, pakaian jadi, dll
5.
Globalisasi perdagangan
a.
Dampak globalisasi akan segera terlihat pada
sektor2 produksi berbagai komoditas. Untuk meningkatkan kemampuan bersaing
komoditas pertanian kita di pasar persaingan internasional, maka perlu
kemampuan menangkap setiap gejala ataupun pergerakan yang terjadi pada pasar
internasional.
b.
Tantangan untuk mengoperasionalkan pandangan
tersebut mendahului kendala perubahan perilaku pasar yang semakin sulit untuk
diantisipasi dengan tepat oleh negara2 produsen.
c.
Terdesaknya sistem komoditas primer,dengan
kekuatan yang rapuh menghadapi ketidakpastian pasar, menimbulkan kebutuhan akan
terkaitan dan kerjasama sektor produksi dengan industri hilir , untuk
mengusahakan tercapainya posisi penawaran di pasar internasional yang kuat.
Kelemahannya bahan pertanian mudah rusak, butuh tempat luas, tergantung iklim.
d.
Kondisi tersebut menimbulkan instabilitas harga
komoditas hasil pertanian yang mempunyai implikasi sulitnya meningkatkan nilai
tambah serta daya saing,dan pada gilirannya akan berimbas pula pada pendapatan
dan kesejahteraan petani serta masyarakat pedesaan.
6.
Analisis daya saing
a.
Model constant market share (CMS)
i.
ASUMSI :
1.
Pangsa pasar tak berubah
2.
Perbedaan pertumbuhan ekspor antarnegara
bersumber dari pengaruh daya saing,pengaruh komposisi komoditas dan pengaruh
distribusi pasar
ii.
TSI (trade specialization index = digunakan
untuk mengidentifikasi jenis produk, unggulan ekspor, potensial ekspor,
potensial subtitusi ekspor,
7.
Strategi peningkatan perdagangan
a.
Diharapkan terus memainkan peranan yang besar
dalam pengadaan devisa melalui kegiatan ekspor. Selama ini ekspor komoditas
pertanian didominasi oleh komodity perkebunan dan perikanan seperti
karet,kopi,lada,kelapa sawit,dll
8.
Ringkasan
a.
Pemasaran hasil pertanian menunjukkan sifat2
khusus terletak pada kekhususan dari pertanian ,konsumen hasil pertanian,dan
usaha pertanian
b.
Mekanisme pemasaran hasil pertanian mencakup
aktivitas pengumpulan hasil , persiapan untuk kepentingan konsumen dan
distribusinya.
c.
Peran pertanian dalam menghasilkan devisa masih
sangat kecil jika dibandingkan dengan sektor lain dan terus menurun. Perubahan
lingkungan globabl mempengaruhi pemasaran produk pertanian.
d.
Berlakunya perjanjian perdagangan internasional
membuat pasar domestik akan menjadi bagian dari pasar global sehingga pasar
domestik merupakan sasaran pasar yang tidak kalah pentingnya bagi produk
pertanian dalam negeri.
9.
Pengembangan ekspor
a.
Tantangan yang dihadapi oleh ekspor pertanian :
i.
Perlambatan perekonomian global dapat mendorong
penurunan nyata terhadap permintaan dan penurunan harga produk
ii.
Fluktuasi permintaan dan penawaran produk
pertanian karena kekurangan pasokan pada musim tertentu
iii.
Perkembangan preferensi pasar, termasuk
meningkatnya tuntutan konsumen akan informasi nutrisi serta jaminan kesehatan
dan keamanan produk
iv.
Kecenderungan pemberlakuan non tarif barrier dan
tariff escalation bagi peroduk olahan sebagai persyaratan impor oleh negara
maju
v.
Munculnya negara pesaing yang menghasilkan
produk hasil pertanian
b.
Berlakunya berbagai perjani=jian perdagangan
internasional membuat pasar domestik akan menjadi bagian dari pasar global.
c.
Langkah2 yang perlu dibenahi:
i.
Diversifikasi pasar
ii.
Pengembangan
iii.
Fasilitas dan penyederhanaan ekspor
iv.
Penetapan komoditaas unggulan
v.
Promosi
vi.
Deregulasi
vii.
Menumbuhkan budaya pemasaran
90.
Akses pasar domestik
a.
Yang perlu diperhatikan:
i.
Penyiapan kebutuhan konsumen
ii.
Peningkatan kualitas produk
iii.
Perbaikan sistem tata niaga
iv.
Peningkatan mutu dagangan
v.
Diversifikasi produk
11.
Kelembagaan pasar
a.
Agar dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi
pengembangan komoditas pertanian:
i.
Memfungsikan lembaga pemasaran yang ada untuk
memperlancar pemasaran domestik dan ekspor, meningkatkan nilai tambah , dan
memperlancar arus informasi pasar pertanian.
ii.
Meningkatkan peran lembaga untuk dapat
meningkatkan daya saing ekonomi komoditi pertanian, memeprlancar arus pertanian
iii.
Menata sistem kelembagaan untuk memperbaiki
struktur pasar , mengurangi ketidaksempurnaan pasar dan mencegah terjadinya
monopoli
12.
Informasi pasar
a.
Dalam jangka panjang reformasi perdagangan akan
membuka peluang baru bagi ekspor komoditas pertanian hingga akan meningkatkan
ekspor nonmigas dan kesempatan kerja lebih besar. Tapi harus ada upaya seperti
menganalisis untuk memperoleh peluang pasar dengan menonjolkan keunggulan
produk.
b.
Usaha antisipasif untuk memperoleh berbagai
macam informasi pasar yang dapat digunakan untuk mensiasati pesaing kita dalam
melakukan penetrasi pasar internasional perlu ditangani dengan seksama.
Informasi pasar juga juga perlu disiasati
c.
Pengembangan informasi pasar akan berguna untuk
=
i.
Mengangkat kekuatan tawar menawar petani
sehingga diperoleh harga yang wajar dan keuntungan yang optimal, yang akhirnya
meningkatkan pendapatan petani
ii.
Menciptakan stabilitas harga komoditi pertanian
antar musim dan antar daerah yang sekaligus akan mengurangi resiko pemasaran
iii.
Menjalin arus perdagangan antar daerah yang
menciptakan keseimbangan penawaran dan permintaan
iv.
Membantu penyiapan bahan penyusunan kebijakan
pemasaran komoditi pertanian
13.
Kebijaksanaan harga
a.
Suatu langkah pemanfaatan mekanisme pasar untuk
mengarahkan alokasi sumber daya dan meningkatkan keterkaitan antar subsistem
dalam sistem agribisnis. Pemerintah sebagai fasilitator mengarahkan
perkembangan harga saran produksi dan hasil pertanian agar selalu mengacu pada
dinamika pasar.
b.
Upaya yang dapat dilakukan untuk tujuan tersebut
i.
Meningkatkan posisi petani dalam proses
pembentukan harga yang berlaku dengan pembinaan asosiasi produsen termasuk
koperasi dan penyempurnaan pelayanan informasi pasar
ii.
Mendorong penciptaan struktur pasar yang lebih
kompetitif dengan cara mengurangi monopoli
iii.
Mepermudah proses perjalanan alur komoditas
iv.
Pembatasan perdagangan bukan tarif dihilangkan
secara bertahap dan tarifpun disesuaikan dengan asas berkepihakan kepada petani
dan usaha kecil
c.
Upaya perluasan pasar pertanian dan agroindustri
:
i.
Penyediaan fasilitas dan sarana promosi yang
dapat dilakukan perorangan
ii.
Perbaikan produk lokal yang sudah diterima
masyarakat maupun menciptakan produk baru
iii.
Perluasan jaringan transportasi antar pulau
iv.
Pengembangan sistem penyidikan dan informasi
pasar
14.
Permodalan dan investasi
a.
Permodalan usaha agribisnis bagi skala menengah
dan besar lebih ditekankan untuk menciptakan iklim kondusif bagi pemanfaatan
permodalan secara efisien.
b.
Upaya faasilitas permodalan agribisnis untuk
kelompok ini diarahkan xpada peningkatan aksesbilitas dan ketersediaan modal
bagi usaha agribisnis. Sasaran pengembangan permodalan untuk mendukung
peningkatan investasi agribisnis ialah :
i.
Pemanfaatan dan pengembangan optimal sumber
permodalan
ii.
Diversifikasi akses permodalan dalam pengmbangan
agribisnis
iii.
Meningkatkan kualitas SDA
iv.
Meningkatkan penanaman modal di bidang
agribisnis
c.
Ditinjau dari aspek skala, sifat usaha dan
karakter dari usaha kecil dan usaha besar yang berbeda, maka pola pengembangan
investasi agribisnis untuk tiap kelompok usaha itu akan berbeda. Upaya yang
dikelola:
i.
Meningkatkan kemampuan SDA dan SDM
ii.
Meningkatkan aksesbilitas usaha agribisnis skala
kecil pada investasi
Perijinan yang diarahkan pada upaya pengamanan
kepentingan nasional dalam pemanfaatan SDA yang optimum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar