Selasa, 05 April 2016

PEMASARAN PRODUK PERTANIAN

1.       Sifat-sifat khusus produk pertanian
a.       Hasil pertanian mempunyai volume atau berat yang besar jika dibanding dengan nilainya karena ketambahan biaya transportasi dan penyimpanan yang tinggi
b.      Sebagian hasil pertanian tak dapat disimpan lama , busuk dan rusak. Akibatnya petani punya tempat dan cara pengawetan khusus.
c.       Sebagai akibat besarnya pengaruh alam, maka kuantitas dan kualitas dari hasil pertanian mengalami fluktuasi . perubahan kualitas dalam akan memengaruhi harga. Kualitas yang berbeda menyebabkan perubahan penawaran , perubahan harga yang diterima,
d.      Konsumen menghendaki dapat memperoleh bermaca-macam hasil pertanian tiap hari secara terus-menerus ,sedangkan hasil tani ialah musiman.
2.       Sifat-sifat khusus tersebut menyebabkan biaya pemasaran dan hasil pertanian pada umumnya lebih tinggi daripada biaya pemasaran barang non pertanian.
3.       Ada 3 kategori aktivitas =
a.       Pengumpulan hasil = pengumpulan kelebihan hasil kecil-kecil dari tiap petani, memasarkan tempat yang mudah didatangi pengunjung.
b.      Persiapan untuk kepentingan konsumen= tindakan untuk merubah bentuk agar sesuai dengan selera konsumen
c.       Distribusi = tindakan yang ditujukan untuk membagi barang yang telah dikumpulkan yang telah dipersiapkan pada selera konsumen.
4.       Ekspor pertanian
a.       Kontribusi nilai ekspor pertanian pada total ekspor nonmigas re;atif kecil berkisar 4-5 % dan cenderung menurun. Ekspor hasil industri mencapai 80% lebih dari total ekspor nonmigas indonesia.
b.      Peran pertanian sebagai penghasil devisa dapat dilihat dari tingkat ekspornya. 50% nilai ekspor nonmigas hasil sektor industri indonesia pada periode yang sama didominasi oleh produk2 agroindustri, trutama produk tekstil, pakaian jadi, dll
5.       Globalisasi perdagangan
a.       Dampak globalisasi akan segera terlihat pada sektor2 produksi berbagai komoditas. Untuk meningkatkan kemampuan bersaing komoditas pertanian kita di pasar persaingan internasional, maka perlu kemampuan menangkap setiap gejala ataupun pergerakan yang terjadi pada pasar internasional.
b.      Tantangan untuk mengoperasionalkan pandangan tersebut mendahului kendala perubahan perilaku pasar yang semakin sulit untuk diantisipasi dengan tepat oleh negara2 produsen.
c.       Terdesaknya sistem komoditas primer,dengan kekuatan yang rapuh menghadapi ketidakpastian pasar, menimbulkan kebutuhan akan terkaitan dan kerjasama sektor produksi dengan industri hilir , untuk mengusahakan tercapainya posisi penawaran di pasar internasional yang kuat. Kelemahannya bahan pertanian mudah rusak, butuh tempat luas, tergantung iklim.
d.      Kondisi tersebut menimbulkan instabilitas harga komoditas hasil pertanian yang mempunyai implikasi sulitnya meningkatkan nilai tambah serta daya saing,dan pada gilirannya akan berimbas pula pada pendapatan dan kesejahteraan petani serta masyarakat pedesaan.
6.       Analisis daya saing
a.       Model constant market share (CMS)
                                                               i.      ASUMSI :
1.       Pangsa pasar tak berubah
2.       Perbedaan pertumbuhan ekspor antarnegara bersumber dari pengaruh daya saing,pengaruh komposisi komoditas dan pengaruh distribusi pasar
                                                             ii.      TSI (trade specialization index = digunakan untuk mengidentifikasi jenis produk, unggulan ekspor, potensial ekspor, potensial subtitusi ekspor,
7.       Strategi peningkatan perdagangan
a.       Diharapkan terus memainkan peranan yang besar dalam pengadaan devisa melalui kegiatan ekspor. Selama ini ekspor komoditas pertanian didominasi oleh komodity perkebunan dan perikanan seperti karet,kopi,lada,kelapa sawit,dll
8.       Ringkasan
a.       Pemasaran hasil pertanian menunjukkan sifat2 khusus terletak pada kekhususan dari pertanian ,konsumen hasil pertanian,dan usaha pertanian
b.      Mekanisme pemasaran hasil pertanian mencakup aktivitas pengumpulan hasil , persiapan untuk kepentingan konsumen dan distribusinya.
c.       Peran pertanian dalam menghasilkan devisa masih sangat kecil jika dibandingkan dengan sektor lain dan terus menurun. Perubahan lingkungan globabl mempengaruhi pemasaran produk pertanian.
d.      Berlakunya perjanjian perdagangan internasional membuat pasar domestik akan menjadi bagian dari pasar global sehingga pasar domestik merupakan sasaran pasar yang tidak kalah pentingnya bagi produk pertanian dalam negeri.
9.       Pengembangan ekspor
a.       Tantangan yang dihadapi oleh ekspor pertanian :
                                                               i.      Perlambatan perekonomian global dapat mendorong penurunan nyata terhadap permintaan dan penurunan harga produk
                                                             ii.      Fluktuasi permintaan dan penawaran produk pertanian karena kekurangan pasokan pada musim tertentu
                                                            iii.      Perkembangan preferensi pasar, termasuk meningkatnya tuntutan konsumen akan informasi nutrisi serta jaminan kesehatan dan keamanan produk
                                                           iv.      Kecenderungan pemberlakuan non tarif barrier dan tariff escalation bagi peroduk olahan sebagai persyaratan impor oleh negara maju
                                                             v.      Munculnya negara pesaing yang menghasilkan produk hasil pertanian
b.      Berlakunya berbagai perjani=jian perdagangan internasional membuat pasar domestik akan menjadi bagian dari pasar global.
c.       Langkah2 yang perlu dibenahi:
                                                               i.      Diversifikasi pasar
                                                             ii.      Pengembangan
                                                            iii.      Fasilitas dan penyederhanaan ekspor
                                                           iv.      Penetapan komoditaas unggulan
                                                             v.      Promosi
                                                           vi.      Deregulasi
                                                          vii.      Menumbuhkan budaya pemasaran
90.   Akses pasar domestik
a.       Yang perlu diperhatikan:
                                                               i.      Penyiapan kebutuhan konsumen
                                                             ii.      Peningkatan kualitas produk
                                                            iii.      Perbaikan sistem tata niaga
                                                           iv.      Peningkatan mutu dagangan
                                                             v.      Diversifikasi produk
11.   Kelembagaan pasar
a.       Agar dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan komoditas pertanian:
                                                               i.      Memfungsikan lembaga pemasaran yang ada untuk memperlancar pemasaran domestik dan ekspor, meningkatkan nilai tambah , dan memperlancar arus informasi pasar pertanian.
                                                             ii.      Meningkatkan peran lembaga untuk dapat meningkatkan daya saing ekonomi komoditi pertanian, memeprlancar arus pertanian
                                                            iii.      Menata sistem kelembagaan untuk memperbaiki struktur pasar , mengurangi ketidaksempurnaan pasar dan mencegah terjadinya monopoli
12.   Informasi pasar
a.       Dalam jangka panjang reformasi perdagangan akan membuka peluang baru bagi ekspor komoditas pertanian hingga akan meningkatkan ekspor nonmigas dan kesempatan kerja lebih besar. Tapi harus ada upaya seperti menganalisis untuk memperoleh peluang pasar dengan menonjolkan keunggulan produk.
b.      Usaha antisipasif untuk memperoleh berbagai macam informasi pasar yang dapat digunakan untuk mensiasati pesaing kita dalam melakukan penetrasi pasar internasional perlu ditangani dengan seksama. Informasi pasar juga juga perlu disiasati
c.       Pengembangan informasi pasar akan berguna untuk =
                                                               i.      Mengangkat kekuatan tawar menawar petani sehingga diperoleh harga yang wajar dan keuntungan yang optimal, yang akhirnya meningkatkan pendapatan petani
                                                             ii.      Menciptakan stabilitas harga komoditi pertanian antar musim dan antar daerah yang sekaligus akan mengurangi resiko pemasaran
                                                            iii.      Menjalin arus perdagangan antar daerah yang menciptakan keseimbangan penawaran dan permintaan
                                                           iv.      Membantu penyiapan bahan penyusunan kebijakan pemasaran komoditi pertanian
13.   Kebijaksanaan harga
a.       Suatu langkah pemanfaatan mekanisme pasar untuk mengarahkan alokasi sumber daya dan meningkatkan keterkaitan antar subsistem dalam sistem agribisnis. Pemerintah sebagai fasilitator mengarahkan perkembangan harga saran produksi dan hasil pertanian agar selalu mengacu pada dinamika pasar.
b.      Upaya yang dapat dilakukan untuk tujuan tersebut
                                                               i.      Meningkatkan posisi petani dalam proses pembentukan harga yang berlaku dengan pembinaan asosiasi produsen termasuk koperasi dan penyempurnaan pelayanan informasi pasar
                                                             ii.      Mendorong penciptaan struktur pasar yang lebih kompetitif dengan cara mengurangi monopoli
                                                            iii.      Mepermudah proses perjalanan alur komoditas
                                                           iv.      Pembatasan perdagangan bukan tarif dihilangkan secara bertahap dan tarifpun disesuaikan dengan asas berkepihakan kepada petani dan usaha kecil
c.       Upaya perluasan pasar pertanian dan agroindustri :
                                                               i.      Penyediaan fasilitas dan sarana promosi yang dapat dilakukan perorangan
                                                             ii.      Perbaikan produk lokal yang sudah diterima masyarakat maupun menciptakan produk baru
                                                            iii.      Perluasan jaringan transportasi antar pulau
                                                           iv.      Pengembangan sistem penyidikan dan informasi pasar
14.   Permodalan dan investasi
a.       Permodalan usaha agribisnis bagi skala menengah dan besar lebih ditekankan untuk menciptakan iklim kondusif bagi pemanfaatan permodalan secara efisien.
b.      Upaya faasilitas permodalan agribisnis untuk kelompok ini diarahkan xpada peningkatan aksesbilitas dan ketersediaan modal bagi usaha agribisnis. Sasaran pengembangan permodalan untuk mendukung peningkatan investasi agribisnis ialah :
                                                               i.      Pemanfaatan dan pengembangan optimal sumber permodalan
                                                             ii.      Diversifikasi akses permodalan dalam pengmbangan agribisnis
                                                            iii.      Meningkatkan kualitas SDA
                                                           iv.      Meningkatkan penanaman modal di bidang agribisnis
c.       Ditinjau dari aspek skala, sifat usaha dan karakter dari usaha kecil dan usaha besar yang berbeda, maka pola pengembangan investasi agribisnis untuk tiap kelompok usaha itu akan berbeda. Upaya yang dikelola:
                                                               i.      Meningkatkan kemampuan SDA dan SDM
                                                             ii.      Meningkatkan aksesbilitas usaha agribisnis skala kecil pada investasi
Perijinan yang diarahkan pada upaya pengamanan kepentingan nasional dalam pemanfaatan SDA yang optimum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar